Senin, 09 November 2009

YANG MENJADI TEGAR KARENA DAKWAH

Beberapa kali kutemukan orang-orang yang di luar dugaanku. Ya mereka aktivis kampus yang kerjaannya ngajakin mahasiswa lain kajian, belajar, dakwah, hormati ortu, bawaannya baca buku.
Terkadang heran juga melihat aktivitas mereka yang seabreg, kerjaan yang setumpuk, berangkat ba'da subuh pulang ba'da maghrib.

Aku kenal mereka, mereka pemuda ataupun pemudi yang pemberani, kalo ada hal yang salah mereka akan memberikan koreksi dan kalo mereka salah mereka juga senang dievaluasi. Dari tampilan, mereka suka tersenyum dan jabat tangan, itu yang khas ku lihat dari mereka. pakaian mereka rapi, bersih. mereka orang-orang yang bersemangat dalam tiap aktivitasnya.

Ya, saat itu yang aku pikirkan tentang mereka... Orang tua mereka pastilah orang tua yang sangat memegang teguh agamanya makany anak-anaknya sholeh/ah seperti mereka. Orang tuanya pastilah orang yang berkecukupan hingga putra/i nya adalah meraka itu yang senantiasa bersemangat. Hingga suatu sore aku tahu, diantara mereka ada yang berasal dari keluarga broken home, ada yang keluarganya bahkan tak seiman. Dari segi ekonomi, ada yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja kalo tidak mau dibilang dibawah rata-rata. Saat aku berkesempatan berkunjung ke beberapa rumah mereka akupun tahu rumah mereka ada yang jauh di pelosok desa, tandus dengan rumah kayu yang biasa-biasa saja.

Saat aku tahu kebiasaan hidup mereka aku semakin kagum dengan mereka. Diantara mereka ada yang sangat prihatin untuk makan di kost, ada yang apabila sedang di rumah terbiasa memberi makan ayam piaraan tiap pagi, ada yang sukanya bantu bapak ibunya ke sawah dan ladang.
Subhanalloh, para pahlawan bangsa ini di masa yang akan datang. mereka yang tawadhu'. Mereka yang menjadi tegar dan kuat di jalan dakwah.

Kemuliaan itu bersama dakwah dan kehinaan itu adalah ketika meninggalkan dakwah.

Rabu, 04 November 2009

Beberapa tahun yang lalu Allah Mengenalkanku dengan para penulis yang luar biasa hebat lewat tulisan-tulisan mereka dan akupun bermimpi untuk dapat bertemu dengan mereka. Dahulu di SMA ada seorang kakak tingkat angkatan 2002 yang mengajariku dan teman-teman dalam dakwah ini, mendampingi kami, bercerita banyak pada kami tentang dakwah di kampusnya, berbagai cerita indah dan berbagai rintangan yang menghadang ia ceritakan dan di pikiran kamipun terbayang kisahnya. Gemilang Perjuangan mahasiswa yang luar biasa mengagumkan hingga layak tertoreh dalam buku sejarah bangsa ini.
Dan kini.... di Kota batik ini...
Aku bertemu dan dapat belajar langsung dari beliau para penulis hebat. Dan sekarang disini aku dapat merasakan dan mengahadapi apa yang dulu pernah terbayang.
dan hari ini...
Aku dengan mata kepalaku sendiri menyaksikan bahwa sungguh luar biasa kekuatan seorang pemuda Muslim itu

Sebuah kata yang kuingat
Katakan Hitam Adalah Hitam
dan Katakan Putih adalah Putih
Tiada Kata Jera Dlam Perjuangan
Hidup Mahasiswa !!!
Hidup Rakyat Indonesia !!!

Ya Rabb. jadikanlah aku seorang Pemenang bersama Orang-Orang Yang MENANG di jalanMU

Minggu, 01 November 2009

LIHATLAH MEREKA

Inspirasi Pagi...
Kumpulkan Energi baik...
Berjalan-jalanlah di pagi yang masih gelap
Kala kabut masih menutupi jalan-jalan itu
kala dedaunan masih basah
Kala embun di ujung rumput belum kering
Kala sholat subuh baru saja usai ditegakkan
dan doa dilantunkan ke langit cerah
Kala matahari hampir muncul

Kumpulkan Semangat pagi
Saat ayam jantan tak kalah menyemangati
Saat badan masih kuat
Ketika kicau burung riang menggema
Saat khusyuk
Alam bertasbih dalam dzikir pagi

Lihatlah Mereka
Lelaki-lelaki itu...
Mengangkat cangkul menuju sawah dengan senyum cerah
Mengayuh sepeda menemui murid-muridnya harapan bangsa
Mulai mengatur bus-bus di terminal
Atau menggorek-gorek tumpukan sampah

Sang Pemberi Rezeki menjadikan dada mereka penuh OPTIMISME

Lihatlah Mereka
Perempuan-perempuan itu
Menggendong barang dagangan ke pasar
Membuka warung-warung jualan
Meniup tungku di dapur
Mengusap keringat karena panasnya api dapur
Tersenyum sumringah melihat anak-anak mereka berseragam rapi dengan membawa tas sekolah

Sang Maha Kuasa menjadikan dada mereka penuh OPTIMISME

Kamis, 03 September 2009

KARENA KITA SAUDARA

Sesungguhnya mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [QS Al-Hujurat (49):10]

Saudaraku, ketika ada hal yang kurang jelas diantara sesama Muslim , maka kita harus tabayyun ( mengecek kebenaran suatu berita ) agar tidak merusak ukhuwah,
Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya sehingga kamu akan menyesal atas perbuatanmu itu.” [QS Al-Hujurat (49): 6]

Asbabun nuzul (sebab turunnya ayat) tersebut di atas adalah, suatu ketika Al-Harits datang menghadap Nabi Muhammad saw., beliau mengajaknya masuk Islam, bahkan sesudah masuk Islam ia menyatakan kemauan dan kesanggupannya untuk membayar zakat. Kepada Rasulullah, Al-Harits menyatakan, “Saya akan pulang ke kampung saya untuk mengajak orang untuk masuk Islam dan membayar zakat dan bila sudah sampai waktunya, kirimkanlah utusan untuk mengambilnya.” Namun ketika zakat sudah banyak dikumpulkan dan sudah tiba waktu yang disepakati oleh Rasul, ternyata utusan beliau belum juga datang. Maka Al-Harits beserta rombongan berangkat untuk menyerahkan zakat itu kepada Nabi.

Sementara itu, Rasulullah saw. mengutus Al-Walid bin Uqbah untuk mengambil zakat, namun di tengah perjalanan hati Al-Walid merasa gentar dan menyampaikan laporan yang tidak benar, yakni Al-Harits tidak mau menyerahkan dana zakat, bahkan ia akan dibunuhnya. Rasulullah tidak langsung begitu saja percaya, beliau pun mengutus lagi beberapa sahabat yang lain untuk menemui Al-Harits. Ketika utusan itu bertemu dengan Al-Harits, ia berkata, “Kami diutus kepadamu.” Al-Harits bertanya, “Mengapa?” Para sahabat menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah telah mengutus Al-Walid bin Uqbah, ia mengatakan bahwa engkau tidak mau menyerahkan zakat bahkan mau membunuhnya.”

Al-Harits menjawab, “Demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan sebenar-benarnya, aku tidak melihatnya dan tidak ada yang datang kepadaku.” Maka ketika mereka sampai kepada Nabi saw., beliau pun bertanya, “Apakah benar engkau menahan zakat dan hendak membunuh utusanku?” “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan sebenar-benarnya, aku tidak berbuat demikian.” Maka turunlah ayat itu.

Surat Al Hujurat ayat 6 di atas menggunakan kata naba’ bukan khabar. M. Quraish Shihab dalam bukunya Secercah Cahaya Ilahi halaman 262 membedakan makna dua kata itu. “Kata naba’ menunjukkan berita penting, sedangkan khabar menunjukkan berita secara umum. Al-Qur’an memberi petunjuk bahwa berita yang perlu diperhatikan dan diselidiki adalah berita yang sifatnya penting. Adapun isu-isu ringan, omong kosong, dan berita yang tidak bermanfaat tidak perlu diselidiki, bahkan tidak perlu didengarkan karena hanya akan menyita waktu dan energi.”


Perhatian !!! 6 Perusak UKHUWAH, so... jauhi sejauh jauhnya

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan) dan jangan pula wanita wanita-wanita mengolok-olokan wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [QS Al-Hujurat (49): 11-12]

Dari ayat diatas, 6 perkara yang harus kita hindari yaitu:

1. memperolok-olokan, baik antar individu maupun antar kelompok, baik dengan kata-kata maupun dengan bahasa isyarat karena hal ini dapat menimbulkan rasa sakit hati, kemarahan dan permusuhan. kalau kita tidak suka diolok-olok, maka janganlah kita memperolok-olok, apalagi belum tentu orang yang kita olok-olok itu lebih buruk dari diri kita.

2. mencaci atau menghina orang lain dengan kata-kata yang menyakitkan, apalagi bila kalimat penghinaan itu bukan sesuatu yang benar. Manusia yang suka menghina berarti merendahkan orang lain, dan iapun akan jatuh martabatnya.

3. memanggil orang lain dengan panggilan gelar-gelar yang tidak disukai. Kekurangan secara fisik bukanijad alasan bagi kita untuk memanggil orang lain dengan keadaan fisiknya itu. Orang yang pendek tidak mesti kita panggil si pendek, orang yang badannya gemuk tidak harus kita panggil dengan si gembrot, begituseterusnya karena panggilan-panggilan seperti itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Memanggil orang dengan gelar sifat yang buruk juga tidak dibolehkan meskipun sifat itu memang dimilikinya, misalnya karena si A sering berbohong, maka dipanggillah ia dengan si pembohong, padahal sekarang sifatnya justru sudah jujur tapi gelar si pembohong tetap melekat pada dirinya. Karenanya jangan dipanggil seseorang dengan gelar-gelar yang buruk.

4. berburuk sangka, ini merupakan sikap yang bermula dari iri hati (hasad). Akibatnya ia berburuk sangka bila seseorang mendapatkan kenimatan atau keberhasilan. Sikap seperti harus dicegah karena akan menimbulkan sikap-sikap buruk lainnya yang bisa merusak ukhuwah islamiyah.

5. mencari kesalahan orang lain, hal ini karena memang tidak ada perlunya bagi kita, mencari kesalahan diri sendiri lebih baik untuk kita lakukan agar kita bisa memperbaiki diri sendiri.

6. bergunjing dengan membicarakan keadaan orang lain yang bila ia ketahui tentu tidak menyukainya, apalagi bila hal itu menyangkut rahasia pribadi seseorang. Manakala kita mengetahui rahasia orang lain yang ia tidak suka bila hal itu diketahui orang lain, maka menjadi amanah bagi kita untuk tidak membicarakannya.

Oleh karena itu marilah kita jaga diri-diri kita dari hal-hal tersebut diatas agar pohon ukhuwah itu makin tumbuh subur dan berbuah manis

Senin, 03 Agustus 2009

Seorang Teman kami.

Ia memang autist heparaktif. Mungkin ia memang tak bisa berbicara seperti layaknya kami berbicara, lancar dan mudah mengungkapkan apa-apa yang ingin kami sampaikan. Ia memang diCipta istimewa. Mungkin memang ia tak bisa berjalan cepat seperti kita. Mungkin memang ia tak bisa bertausiyah dengan kata-katanya. Ia tak merasakan nikmatnya sholat di masjid seperti Muslim yang lain. Ia memang tak bisa berinteraksi dengan orang lain dengan mudah, bahkan sekedar menyampaikan maksudnya. Ia mungkin tak terlibat dalam aktifitas dakwah. Ia tak pernah ikut kajian atau tepatnya tidak tahu. Ia mungkin tak menjadi murobbi dengan banyak binaan yang ‘jadi’. Ia memang istimewa. Ia memang tak memiliki itu. Ia, usianya memang telah dewasa tapi ia ditakdirkan untuk seperti anak kecil dalam dunianya. Ia hanya mampu berkata “mesjid… mesjid Pak…” di petang hari mengingatkan sang ayah untuk segera menunaikan sholat.
Tapi mungkin, jika ia sehat seperti kami, ia akan sangat bersemangat sholat berjamaah di masjid. Mungkin ia adalah orang yang sangat aktif dalam dakwah. Mewarisi kecerdasan ayahnya dan melanjutkan cita-cita ayahnya. Kuliah seperti kami dan sangat bersemangat. Dan ayah ibunya akan sangat bangga dan bahagia melihat putranya itu.
Tapi rencana Allah memang sungguh sempurna. Ia dengan segala keistimewaannya adalah bukti Cinta Allah kepada ayah dan ibunya. Ia sekarang berumur 20tahun dan selama itu pula tarbiyah Allah kepada kedua orang tuanya berlanjut. Hingga kini wajah kedua orang tuanya itu bersinar dengan bekas-bekas kesabaran dan kelembutan. Penuh Cinta dan kasih sayang. Ayah ibunya tak membedakannya dengan saudara-saudaranya yang lain yang sehat. Ia mendapatkan kasih sayang yang luar biasa dari kedua orangtuanya. Lihat saja tatapan matanya, bukan tatapan kosong, mencerminkan bahwa ia sangat disayang orang tuanya.
Ia yang istimewa itu…
Jika seorang da’i sering menggunakan kata-katanya dan tingkahlakunya dalam dakwah dengan mad’u yang belum tentu mau menerima dakwahnya. Jika sebaik baik orang adalah yang ketika engkau melihatnya maka nama Allah menjadi disebut. Dan jika pahala orang yang melakukan kebaikan atas ajakan seseorang maka pahalanya akan terus mengalir kepada yang mengajak tanpa harus mengurangi pahala yang beramal ,maka…
Ia, hanya dengan melihatnya orang akan bertasbih “Subhanalloh..”, betapa harus bersyukur bagi kita yang normal dengan segala potensi yang Allah karuniakan, betapa luar biasa orang tua yang mendidik anaknya yang istimewa dengan baik, betapa segala kesulitan hidup yang kita rasakan tak seberapa jika dibandingkan dengan cobaan yang dialaminya. Orang yang berjumpa dengan teman kami itu akan dapat kembali bersemangat. Dan bila tak bersamanya kemudian menghadapi sebuah rintangan, lalu terinspirasi oleh teman kami untuk terus melaju…
Mungkin begitulah cara Allah menjadikan teman kami berharga. Mungkin itulah rahasia Allah, potensinya yang luar biasa, menginspirasi orang lain hanya dengan melihatnya. Mungkin dengan cara itu kelak Allah akan memberikan balasan terbaik di hari pembalasan . Menjadi normal, sehat danb dapat membacakan ayat-ayat Allah di samping ayah ibunya di jannahNya kelak, dengan bacaannya yang tartil menjadi penebus kerinduan ayah ibunya akan suaranya yang lancar semasa di dunia…. Wallohua'lam

Kamis, 07 Mei 2009

LEMBARAN yang pernah tercecer...

Oktober tahun 1998, Pagi itu, di depan sekolah yang sudah selayaknya dapat perhatian dari pemerintah untuk segera direhab, SD Negeri Kedungreja2. Saat itu di halaman sekolah, seorang murid perempuan kelas 5SD berdiri didepan barisan kawan-kawannya. Teman-teman yang sudah 5th menemaninya dalam menuntut ilmu, teman-teman yang membersamainya mengeja huruf, belajar menghitung. Teman-teman yang jahil mengganggunya ketika ia serius belajar di kelas, yang menjadi saingan untuk dapat rangking satu, atau yang minta diajari krtika "gx mudeng" dengan pelajaran-pelajaran dari sang guru dan mereka yang mengalahkannya saat lari dalam pelajaran olahraga.
Hari itu, mereka semua berbaris rapi ,berjajar memanjang berhadapan dengan si gadis kecil. Mereka semua sama dengan gadis kecil itu, tertunduk dengan suasana hati yang tak karuan. gadis kecil itu berdiri di samping guru kelasnya, ia menunduk. ia yang cengeng tak lagi bisa menahan satu persatu butiran air mata yang meleleh menetes membasahi pipinya. Dengan amat berat ia berjalan menyalami satu demi satu mereka yang sedari tadi berdiri di hadapannya. Ia sangat benci suasana kali ini. dsalam hatinya ia berkata "kenapa Allah tak adil memisahkanku dengan teman-teman kecilku, yang menemaniku bermain? lalu, apakah besok aku kan mendapat sahabat sebaik mereka? Teman-teman aku sayang kalian..." Ia yang masih kecil tak bisa berbuat apa-apa. Tapi ...
Satu, satu tangan itu terlepas dari genggaman. Oh... ada yang memberinya uang 500 rupiah, uang yang cukup banyak waktu itu, karena ia sekolah hanya bawa uang saku 200rupiah paling sering. Dia, sahabat yang sering jadi rivalnya untuk dapatkan nilai bagus... Sesudah sampai ujung barisan, murid perempuan itu menangis dan pulang ke rumahnya...

Akhirnya waktupun terus berjalan. Saatnya perpisahan. hari itu ia bersama keluarganya pergi ke purworejo, pindah rumah mengikuti ayah berpindah tugas. pergi jauh entah kapan bisa bertemu lagi...

Singkat cerita waktu terus berjalan....
Si gadis kecil punya sekolah baru, bagus sekli dalam pandangannya. Sekolah yang sejuk dengan banyak pohon jambu yang tinggi dan lebat. di depan sekolah ada aliran sungai , ada jalan yang ramai dilewati orang. sungguh berbeda dengan sekolah lamanya. Lalu ia kenal yang namanya telepon umum... Ya Allah, di desaku dulu untuk cari wartel saja sulitnya...gx ketemu-ketemu.

2002.Kini ia kelas 2SMP. Allah menghendakinya untuk berkunjung ke Kedungreja. Teman-teman, semuanya masih sangat akrab seolah tak pernah berpisah, hanya saja terdengar kabar yang kurang ia suka. Langgar surau yang dulu ramai tempat mereka mengaji bersama katanya sekarang sepi. anak-anak tak lagi mau mengaji. Dan kabar yang tak kalah menyedihkan, beberapa orang teman sekarang tak lagi sekolah setelah lulus SD karena tak punya biaya.

2006. Keluarga dari kedungreja datang ke rumah karena undangan sunatan adik laki-lakinya. Ia sangat gembira. Dia mencari-cari temannya yang ternyata tak ada yang ikut. Saat ia bertanya kabar mereka, ibu dan tetangga tadi menjawab dengan jwaban yang tidak begitu ia sukai "Temenmu ia sedang hamil 9bulan dan sedang persiapan kelahiran (hamil sebelum nikah) , yang lain akan segera menikah." Seketika terbayang kenangan masa lalu yang indah, bermain bersama, menjelajahi pekarangan yang luas seperti hutan (setidaknya dalam pikiran anak-anak SD). Semua telah berlalu... Ia yang sedang semangat mengerjakan ujian akhir SMA tak lagi mampu mengucap kata bahkan sekedar tanggapan.

2009. Kini Allah memberkan kesempatan untuk kuliah di jurusan biologi di sebuah universitas negeri di solo. Komunikasi dengan teman-teman di Kedungreja masih bisa tersambung meski hanya lewat HP dalam beberapa bulan. Kabar terakhir bahwa teman-temannya ada yang menjadi TKW ke Malaysia (ini pekerjaan yang banyak diminati) di daerah itu. Ada yang sedang mengasuh anaknya. Sekolahan sekarang kalau malam sering dipake anak-anak muda untuk minum minuman keras atau nongkrong di perempatan jalan samping SD. Tanah di sana cukup kurang subur dan hawanya panas...

Gadis kecil-murid perempuan- itu kini dengan karunia Allah telah menjadi seorang akhawat, InsyaAllah. Ia berharap mudah-mudahan suatu saat nanti Allah mengijinkannya untuk berjuang disana... menyalakan lilin penerang di kegelapan peradaban sebuah desa kecil daerah ujung jawa tengah yang tak jauh dari batas wilayah jawa barat. Di sana. lalu ,menyalakan obor perdamaian mengajak anak-anak dengan suka ria berlari menuju mushola dan masjid untuk mengaji. Mengajak hingga para remaja putri disana tertinggal lomba berjilbab dalam kehidupan sehari-hari, dan para pemudanya tak lelah belajar, berjuang untuk tetap sekiolah. dan suara kata "membentak" suara keras pada orang tua mereka tak lagi pernah ada kasus seperti itu, di sana... Mudah-mudahan... Wallohua'alam. Teruslah Berjuang ...!!!

"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al baqoroh:216)


LAPORAN HASIL PENELITIAN
PENGARUH RADIASI SINAR BOHLAM DENGAN BERBAGAI VARIASI DAYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays)

Disusun oleh :
Ida Liana M0406033
Idhyas Ayu H M0406034
Ika Fitri N M0406035
Mita Mutia Rahman M0406041
Norma Ambarwati M0406044
Rhosid Fajar I M0406050
Prasasti Wahyu H M0406048
Alfatika Permatasari M0408039


A. TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui adanya pengaruh radiasi sinar bohlam dengan berbagai variasi daya terhadap pertumbuhan tanaman Jagung (Zea mays).

B. DASAR TEORI
1. Jagung
a. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Angiospermae
Class : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Family : Poaceae
Genus : Zea
Species : Zea mays L.
Deskripsi :
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).
b. Kandungan Gizi
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis tidak mampu memproduksi pati sehingga bijinya terasa lebih manis ketika masih muda.

2. Lampu Bohlam atau Lampu Pijar
Lampu bohlam adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan foton. Kaca yang menyelubungi filamen panas tersebut menghalangi oksigen di udara dari berhubungan dengannya sehingga filamen tidak akan langsung rusak akibat teroksidasi.
Salah satu kelebihan bola lampu adalah dapat dihasilkannya bola lampu dalam berbagai besar voltase, dari puluhan hingga ratusan volt, namun karena jumlah listrik yang diperlukan bola lampu untuk menghasilkan cahaya yang terang lebih besar dibandingkan dengan sumber cahaya buatan lainnya, maka secara bertahap bola lampu mulai digantikan lampu neon, LED, dan lain-lain.
Lampu Bohlam memanaskan filamen tungsten. menggunakan gas inert di dalam tabungnya . Saat lampu bohlam dinyalakan arus akan mengalir melalui filamen yang menyebabkan tungsten memanas. Panas dari aliran elektron ini akan menyebabkan atom-atom pada kristal bergetar dan elektron yang terikat pada atom meloncat ke tingkat energi yang lebih tinggi. Saat elektron yang terikat kembali ke tingkat energi semula, kelebihan energi yang dimiliki elektron akan “dibuang” dalam bentuk foton, atau dalam kata lain filamen akan berpijar. Foton yang dihasilkan berkisar pada rentang cahaya tampak dan infra merah. Pada temperatur tinggi, filamen ini akan menghasilkan lebih banyak cahaya tampak dari pada infra merah. (itu sebabnya dipilih tungsten yang memiliki titik leleh tinggi sebagai filamen dari bohlam). Selain itu, bohlam diisi dengan gas inert agar filamen tungsten tidak teroksidasi dan rusak.

3. Pertumbuhan
a. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan menunjukkan pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik/ irreversible yang mencerminkan pertambahan protoplasma mungkin karena ukuran dan jumlahnya bertambah. Pertambahan protoplasma melalui reaksi dimana air, C02, dan garam-garaman organik dirubah menjadi bahan hidup yang meliputi pembentukan karbohidrat (proses fotosintesis), pengisapan dan gerakan air dan hara (proses absorbsi dan translokasi), penyusunan perombakan protein dan lemak dari elemen C dari persenyawaan organik (proses metabolisme) dan tenaga kimia yang dibutuhkan didapat dari respirasi.
b. Fase -fase pertumbuhan
Fase vegetatif; terutama perkembangan akar, batang dan daun. Fase ini berhubungan dengan 3 proses : pembelni berhubungan dengan 3 proses : pembelahan sel, perpanjangan sel dan tahap pertama diferensiasi. Pembelahan sel, memerlukan karbohidrat dalam jumlah besar, karena dinding sel terbentuk dari selulosa dan protoplasmanya dari gula. Pembelahan sel terjadi dalam jaringan meristematis pada titik tumbuh batang daun ujung akar dan kambium. Perpanjangan sel terjadi pada pembesaran sel, proses ini membutuhkan; (1) Pemberian air; (2) Hormon untuk merentangkan dinding sel; (3) Tersedianya gula. Fase reproduktif: terjadi pada pembentukan dan perkembangan kuncup bunga, buah dan biji atau pada pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpan makanan. Fase ini berhubungan dengan proses:
(l) Pembelahan sel relatif sedikit.
(2) Pendewasaan jaringan.
(3) Penebalan serabut.
(4) Pembentukan hormon untuk perkembangan kuncup bunga.
(5) Perkembangan kuncup bunga, buah dan biji serta alat penyimpan.
(6) Pembentukan koloid hidrofilik.
Fase reproduktif ini memerlukan suplai karbohidrat, sehingga karbohidrat yang digunakan untuk perkembangan akar, batang, dan daun sebagian disisakan untuk perkembangan bunga, buah dan biji serta alat penyimpan. Perimbangan rase vegetatif, reproduktif dan tipe pertumbuhan. Umumnya semua tanaman memerlukan dominansi dari fase vegetatif selama tahap semai. Setelah tahap ini, dapat dibedakan ke dalam 3 kelompok:
a) Tanaman berbatang basah yang memerlukan dominansi fase vegetatif selama tahap pertama hidupnya dan dominansi fase reproduktif selama masa akhir hidupnya.
b) Tanaman berbatang basah yang tidak memerlukan dominansi dari kedua kedua fase vegetatif maupun reproduktif
c) Tanaman berkayu yang memeriukan dominansi fase vegetatif selama ahap pertama tiap musim dan dominansi fase reproduktif selama bagian akhir musim.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan diantaranya adalah tanah, suhu, kelembaban dan cahaya. Peranan tanah tergantung pada kondisi mineral organik, bahan organik tanah, organisme tanah, atmosfer tanah dan air tanah. Dalam hal ini tingkat kesuburan tanah (kimiawi, fisik, dan biologis) sangat menentukan pertumbuhan. Peranan suhu sebagai pengendali proses-proses fisik dan kimiawi yang selanjutnya akan mengendalikan reaksi biologi dalam tubuh tanaman. Misalnya suhu menentukan laju difusi dari gas dan zat cair dalam tanaman. Kecepatan reaksi kimia sangat dipengaruhi suhu, suhu makin tingg dalam batas tertentu reaksi makin cepat. Disamping itu suhu juga berpengaruh pada kestabilan sistem enzim. Cahaya matahari sebagai sumber energi primer di muka bumi, sangat menentukan kehidupan dan produksi tanaman. Pengaruh cahaya tergantung mutu berdasarkan panjang gelombang (antara panjang gelombang 0,4 – 0,7 milimikron). Sebagai sumber energi pengaruh cahaya ditentukan oleh intensitas cahaya maupun lama penyinaran (panjang hari). Reaksi cahaya dari tanaman (fotosintesis, fototropisme, dan fotoperiodisitas) didasarkan atas reaksi fotokimia yang dilaksanakan oleh sistem pigmen spesifik.

C. ALAT, BAHAN DAN CARA KERJA
Alat yang digunakan
1. Cawan plastik 10 buah
2. Lampu Bohlam @ 3 buah (5 Watt, 15 Watt, 25 Watt)
3. Kardus 9 buah
4. Milimeter blok secukupnya
Bahan yang digunakan
1. Biji jagung (Zea mays) 50 biji
2. Kapas secukupnya
3. Air secukupnya
Cara Kerja
1. Disiapkan biji jagung sebanyak 50 biji
2. Biji ditumbuhkan di atas cawan plastik yang telah diberi kapas dan dibasahi air, masing-masing cawan diisi 5 biji jagung.
3. Kemudian masing-masing cawan yang berisi jagung disimpan dalam kardus yang disinari lampu pijar dengan daya yang berbeda untuk tiap kardus (5 Watt, 15 Watt, 25 Watt) dan sebagai kontrol satu cawan disinari matahari. Perlakuan dilakukan untuk masing masing daya sebanyak 4, 8, 12 jam/hari (malam) selama 10 hari.
4. Diamati panjang batang, lebar daun, jumlah daun, dan warna daun pada hari ke 0, 2, 4, 6, 8 dan 10
5. Hasilnya dicatat dan dibandingkan kemudian dianalisis dengan menggunakan Anova.

D. HASIL
1. Hasil Pengukuran
Perlakuan Rata-rata Pertumbuhan
Panjang batang Panjang daun Lebar daun Jumlah daun Warna daun
5 Watt A 2,79 4,68 1,25 2 Hijau kekuningan
10 Watt A 3,66 4,92 1,13 3
15 Watt A 5,76 12,01 1,23 2
5 Watt B - - - Hijau muda
10 Watt B 2,05 3,4 1 2
15 Watt B 1,95 3,3 1,23 2
5 Watt C 2,49 3,26 1,06 2 Hijau
10 Watt C 3,60 7,13 1,12 2
15 Watt C 3,05 3,97 1,13 2
Kontrol 5,87 8,66 1,04 2 Hijau muda

Keterangan
A : 4 jam
B : 8 jam
C : 12 jam


2. Hasil Analisa Data

Tabel 1. Pengujian dengan Anova
ANOVA
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Panjang_batang Between Groups 11.105 2 5.553 1.311 .306
Within Groups 50.824 12 4.235
Total 61.929 14
Lebar_daun Between Groups .172 2 .086 .557 .587
Within Groups 1.852 12 .154
Total 2.024 14
Jumlah_daun Between Groups 2.533 2 1.267 2.111 .164
Within Groups 7.200 12 .600
Total 9.733 14
Panjang_daun Between Groups 70.201 2 35.101 3.623 .059
Within Groups 116.268 12 9.689
Total 186.469 14
Panjang_batang
Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1
15 Watt 5 2.8400
5 Watt 5 3.0000
10 Watt 5 4.7400
Sig. .190


( Tabel 2. Pengujian dengan DMRT 5 % terhadap panjang batang )
Lebar_daun
Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1
15 Watt 5 .8000
10 Watt 5 .9000
5 Watt 5 1.0600
Sig. .339

( Tabel 3. Pengujian dengan DMRT 5 % terhadap lebar daun )
Jumlah_daun
Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1
15 Watt 5 1.0000
10 Watt 5 1.6000
5 Watt 5 2.0000
Sig. .075

( Tabel 4. Pengujian dengan DMRT 5 % terhadap jumlah daun )
Panjang_daun
Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1 2
15 Watt 5 2.2800
5 Watt 5 3.2600 3.2600
10 Watt 5 7.2800
Sig. .628 .064

( Tabel 5.. Pengujian dengan DMRT 5 % terhadap jumlah daun )


E. PEMBAHASAN
Tujuan dari proyek penelitian biologi radiasi ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh radiasi sinar bohlam dengan berbagai variasi daya terhadap pertumbuhan tanaman Jagung (Zea mays).
Dalam penelitian mandiri ini, disiapkan biji jagung sebanyak 50 biji. Biji jagung yang digunakan adalah biji jagung yang sudah siap tumbuh dan kualitasnya baik. Biji tersebut ditumbuhkan di atas cawan plastik (ada 10 cawan plastik) yang telah diberi kapas yang telah dibasahi dengan air, masing-masing cawan plastik berisi 5 biji jagung. Kapas yang telah dibasahi dengan air diguanakn sebagai media tumbuh bagi biji jagung. Ketersediaan air yang cukup akan dapat membantu proses perkecambahan biji jagung. Setelah itu, masing-masing-masing cawan yang berisi biji jagung disimpan dalam kardus yang disinari lampu pijar dengan daya yang berbeda untuk tiap kardus (5 Watt, 15 Watt, 25 Watt) dan sebagai kontrol satu cawan disinari matahari. Setiap cawan ditandai dengan keterangan 5 Watt A, 5 Watt B, 5 Watt C, 10 Watt A, 10 Watt B, 10 Watt C, 15 Watt A, 15 Watt B, dan 15 Watt C. A untuk perlakuan dengan 4 jam penyinaran, B untuk perlakuan dengan 8 jam penyinaran, dan C untuk perlakuan dengan 12 jam penyinaran. Kegiatan ini dilakukan pada waktu malam hari.
Kegiatan selanjutnya, diamati parameter perkecambahan dari biji jagung tersebut, yang meliputi panjang batang, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, dan warna daun pada hari ke 0, 2, 4, 6, 8 dan 10.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dan pengujian menggunakan Anova dapat diketahui bahwa data yang didapat, tidak signifikan antar perlakuan dengan data hasil dari pengaruh perlakuan. Kemudian diuji lanjut dengan DMRT 5 %. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa signifikansi data berada pada angka lebih dari  yang ditentukan ( = 0,05). Artinya, H0 diterima yang menunjukkan data yang diperoleh tidak signifikan. Dengan kata lain data yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan perlakuan dengan variabel yang diukur berbeda nyata dan tidak signifikan. Faktor yang digunakan dalam perlakuan (efek radiasi) tidak memberikan efek yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel yang digunakan pada tanaman percobaan (jagung). Hasil akhir dari analisia data ini mungkin disebabkan karena banyak faktor baik secara langsung maupun tidak langsung ketika proses penelitian dilakukan.
Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi antara lain:
1.) Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan biji jagung
a. Faktor internal (faktor dalam biji)
1. Keadaan cadangan makanan (endosperm)
Cadangan makanan ini berupa karbohidrat. Cadangan makanan di dalam biji harus cukup untuk persediaan makanan selama proses perkecambahan hingga kecambah dapat mencari makan dari dalam tanah (apabila media tumbuh berupa tanah).
2. Keadaan embrio
Embrio harus dalam keadaan hidup dan sehat. Sebab benih dengan keadaan tersebut akan menentukan proses pertumbuhan selanjutnya dan sangat menentukan produksi yang akan dicapai.
b. Faktor eksternal (faktor lingkungan)
Faktor lingkungan merupakan factor yang berasal dari luar biji dan biasanya membantu proses perkecambahan biji. Faktor lingkungan tersebut antara lain ; air, udara yang mengandung oksigen, sinar matahari yang menentukan suhu untuk perkecambahan biji.
Biji jagung pada umumnya secara anĂ¡lisis memiliki beberapa komponen zat, antara lain : air, N, K2O, Na2O, CaO, MgO, P2O5, SO3, SiO2, Cl. Zat-zat tersebut diperlukan untuk kehidupan makhluk lain, baik sebagai pakan maupun proses lainnya
2.) Faktor-faktor yang mempengaruhi perlakuan paparan radiasi
a. Penggunaan variasi daya (5 Watt, 10 Watt, 15 Watt) kurang memberikan pengaruh dan efek pada biji jagung saat dilakukan pemaparan.
b. Lamanya waktu penyinaran selama 4 jam, 8 jam, dan 12 jam belum terlalu lama untuk memberikan pengaruh dan efek pemaparan radiasi pada biji jagung.

F. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil proyek biologi radiasi mengenai pengaruh radiasi sinar bohlam dengan berbagai variasi daya terhadap pertumbuhan tanaman Jagung (Zea mays) dapat ditarik kesimpulan antara lain :
1. Radiasi sinar bohlam dengan variasi daya sebesar 5 Watt, 10 Watt, dan 15 Watt dan variasi lama penyinaran selama 4 jam, 8 jam, dan 12 jam tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada perkecambahan biji jagung dengan parameter yang diukur yaitu panjang batang, panjang daun, lebar daun, warna daun, dan jumlah daun. Hal ini dibuktikan dengan analisa data menggunakan uji Anova.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil penelitian yang dilakukan tersebut antara lain :
a. Faktor yang mempengaruhi perkecambahan biji jagung, meliputi factor internal (faktor dalam biji) dan faktor eksternal (faktor lingkungan).
b. Faktor yang mempengaruhi paparan radiasi, meliputi penggunaan variasi daya dan lama penyinaran.

DAFTAR PUSTAKA
Aak. 1993. Teknik Bercocok Tanam Jagung. Yogyakarta : Penerbit Kanisius
Akhmad. 2009. Jagung. http://www.friendplay.com [30 April 2009]
Anonim, 2009. Jagung. http://www.wikipedia.org.ac.id [30 April 2009]
Djukri dan Bambang Sapta Purwoko. 2003. Pengaruh Naungan Paranet Terhadap Sifat Toleransi Tanaman Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) . Ilmu Pertanian, Vol. 10 (2) : Hal 17-25.
Panji. 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. http://www.wordpress.co.id [30 April 2009]
Purnomo, Djoko. 2005. Tanggapan Varietas Tanaman Jagung Terhadap Irradiasi Rendah. Agrosains, Vol. 7(1): 86-93.

Rabu, 06 Mei 2009

Pembentukan Laskar Dakwah Fardiyah
sebagai Tim Pelaksana Kegiatan Sambut Mahasiswa Baru (Samaru) 2009
SKI FMIPA UNS


"Departemen Kaderisasi SKI FMIPA UNS 2008-2009"


I. PENDAHULUAN
Assalamu'alaykum Wr.wb.
BIsmillah Ar-Rahman Ar-Rahiim. Segala puji milik Allah DZat yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sholawat dan salam senantiasa kita curahkan untuk Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan orang - orang yang istiqomah hingga yaumul akhir.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
(QS. Muhammad:7)

A. LATAR BELAKANG
Setiap zaman memberikan pengaruh terhadap perkembangan dakwah. Tantangan dan tuntutan jaman menghendaki dakwah ini harus berjalan di semua sisinya baik secara struktural maupun kultural dan integral di seluruh dimensi, serta putaran amalnya. Dakwah kampus merupakan bagian tak terpisahkan dari proyek kebangkitan Islam. Oleh karena itu dakwah harus menaruh perhatian yang besar terhadap para pemuda khususnya mahasiswa. Dakwah kampus merupakan medan yang paling banyak berhasil dan memberikan banyak pengaruh terhadap perubahan masyarakat. Kenapa sasarannya adalah mahasiswa?

1. Kampus adalah tempat berkumpulnya para pemuda dalam jangka waktu yang lama.
2. Mahasiswa adalah kelompok pilihan di tengah masyarakat.
3. Kampus merupakan gudang ilmu dan penelitian.
4. Dakwah kampus merupakan wadah paling strategis bagi
pencetakan kader dan melahirkan pemimpin.

5. Gerakan mahasiswa adalah gerakan yang paling luas di dunia.
6. Kampus adalah lingkungan yang terbuka dan bebas dan
terbuka bagi berbagai bentuk pengembangan pemikiran.

7. Mahasiswa memiliki ruang interaksi dan mobilitas yang cukup
luas baik vertikal (kaum profesional dan elit birokrasi) maupun
horisontal (pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum).

8. Mahasiswa adalah calon orang tua untuk masa depan bagi generasi
berikutnya untuk membentuk keluarga Islami dan bangunan
masyarakat Islam.

Oleh karena itu, proses rekrutamen dakwah kampus harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh dengan mengembangkan metode yang menarik dan komunikatif.

B. TUJUAN
1. Sebagai Persiapan agenda Perekrutan mahasiswa baru Muslim
sebagai calon kader dakwah kampus.
2. Memperkenalkan adanya Lembaga Dakwah Kampus Universitas dan
Lembaga Dakwah Fakultas (SKI FMIPA UNS)
3. Melaksanakan fungsi pelayanan dakwah oleh LDK terhadap MARU
4. Mengarahkan MARU ke Kosbin (Kost Binaan)


II. ISI
A. LANDASAN
*Al-Qur'an

"Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. An Nahl:125)

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung."
(QS.Ali Imran:104)

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS.Ali Imran:110)

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri? (QS.Fushshilat:33)

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS.Ash-Shaff:4)

"Katakanlah: Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik." (QS.Yusuf:108)

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Az-zalzalah:7)


*Hadits Rasulullah SAW

"Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemunkaran , ubahlah ia dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu, dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman." (HR. Muslim)

"Barangsiapa mengajak pada petunjuk, ia berhak mendapat pahala seperti pahala orang ynag mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun, dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, ia berhak mendapat dosanya seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (HR. Muslim)

"Demi Allah, sungguh Allah memberi petunjuk kepada seseorang karenamu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah."
(HR. Mutafaq'alaih)


"Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, serta penduduk langit dan bumi, hingga semut yang ada di lubangnya, dan ikan-ikan yang ada di laut, (semuanya) bershalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan di tengah manusia." (HR. Tirmidzi)

B. PERANGKAT DAN TEKNIK PELAKSANAAN
Perangkat yang dibutuhkan adalah adanya tim "LASKAR DAKWAH FARDIYAH" yang terdiri dari :

1. Tim Aminisi : membuat dan melakukan marketisasi amunisi yang akan diluncurkan kepada maru serta perangkat kesekretariatan, meliputi:
  • amunisi: profile LDK, booklet/pamflet, stiker, dsb, yang menarik, informatif dan mudah diingat oleh MARU, pita/tanda pengenal Tim
  • perangkat kesekretariatan: form kosong untuk mendata Maru, kartu nama kosong, lembar alur registrasi
2. Tim Logistik: menyiapkan logistik bagi tim maupun Maru yang
membutuhkan, minimal:air minum. Bagi anggota tim usahakan
logistik membawa sendiri-sendiri.

3. Tim Stand: Mengurus pengusahaan dan pembuatan stand dan
mengidentifikasi, menjaga stand dan menyiapkan amunisi untuk
segera dibagikan.

4. Tim Kosbin: Mencari info (alamat,fasilitas, harga, dll) tentang kosbin kepada PJ Kosbin Universitas , menyiapkan pamflet kosbin, memberikan info kepada Maru tentang kosbin dan mengajak maru agar tertarik masuk kosbin.
5. Tim Transportasi: Mengantarkan Maru yang hendak ke kosbin. Bisa mengendarai motor dan usahakn bawa motor.Cek kelayakan motor dan pastikan bensin isi.Dan ketahui alamat-alamat kosbin.
6. Tim Hunting: Terjun di lapangan pada hari H. Semua anggota LDF yang tidak bertugas/tugas tim sudah selesai maka bergabung dengan tim hunting.
Siapkan Diri :
  1. Awali dengan basmalah
  2. Rukhiyah: jaga amal yaumi, perbanyak do'a
  3. Fikriyah : minimal kenali UNS, FMIPA dan jurusan masing-masing dengan lebih lengkap.
  4. Jasadiyah: jaga kesehatan, siapkaan logistik saat hari H bila perlu.
  5. Kenakan tanda pengenal
  6. Bawa amunisi
  7. Hunting, Luruskan niat +6S+R:
  • Senyum
  • Salam
"Tidaklah kamu akan masuk surga sehingga kamu beriman, dan tidaklah kamu beriman sehingga kamu saling mencintai. Tidaklah kamu mau kutunjukkan kepada sesuatu yang apabila kamu lakukan kamu akan saling mencintai .? Yaitu sebarkanlah salam di antara kamu"
[HR. Muslim]
  • Sapa
  • Sopan
  • Santun
  • Sepatu, karena kita mahasiswa dalam institusi pendidikan formal.
  • Rapi dan bersih
7. Berkenalan dengan Maru, kenalkan nama , bantu apa yang dibutuhkannya, catat nama, no HP, Fak&jur, beri amunisi dan kartu nama. Lakukan dengan sopan agar Maru tidak merasa terganggu.
8. Selesai hunting, form yang telah terisi dikumpulkan ke PJ LDF atau dikumpulkan di Stand.
9. Akhiri dengan hamdalah.

C. TEMPAT DAN WAKTU
Tempat: Auditorium dan sekitarnya
1. Samaru PMDK
2. Samaru SPMB
3. Samaru Swadana
4. samaru D3

III. PENUTUP
Alhamdulillahirobbil'alamiin.
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap."
(QS.Alam Nasyrah:5-8)
Wassalamu'alaykum. Wr.Wb.

JALAN CINTA PARA PEJUANG


Tapak pertama VISI
Agar aku tak tertidur lelap, tapi bangkit terjaga
Agar aku tak lagi tertunduk sayu,
tapi tegak terpancang
Agar CINTAKU tak lagi terpejam sendu,
tapi tajam terpancar
Agar aku tak menyiupti silau, tapi menatap lekat
Agar aku tak memandang serampang,
tapi menelisik jeli

Di jalan cinta para pejuang
Ada empat tapak

Tapak kedua GAIRAH
Agar aku tak lagi lemah
Agar aku tak lagi goyah
Agar CINTAKU jadi gagah
Agar aku tak cepat lelah
Agar aku tak menyerah

Di jalan cinta para pejuang
Ada empat tapak

Tapak ketiga NURANI
Agar aku jujur pada diri
Agar ku dengarkan suara hati
Agar CINTAKU jadi suci
Agar kupandang dunia dari ufuk tinggi
Agar aku dibimbing Ilahi

Di jalan cinta para pejuang
Ada ewmpat tapak

Tapak keempat DISIPLIN
Agar aku penuh takwa dalam banjir cinta
dan badai asmara
Agar aku bukan hanya penikmat rasa,
tapi juga penjaga agama
Agar CINTAKU bukan hanya kesenangan diri,
tapi juga ridho ILahi
Agar aku tak hanya dicinta orang terkasih,
tapi juga Yang Maha Pengasih
Agar aku tak hanya dirindukan isteri tapi juga bidadari


Demikian tulis Salim A. Fillah dalam buku
"Jalan Cinta Para Pejuang"

Jumat, 01 Mei 2009

RAHMAT ALLAH DI JALAN DAKWAH INI

Alhamdulillah... atas rahmat iman yang menjadikan diri berada pada jalan dakwah ini
Jalan yang memberikanku saudara yang banyak, memaksaku hingga aku bisa mengendarai motor, yang menjadikanku punya motor di solo (he2 motor ukhty saudariku), dan yang sangat kurasakan saat ini adalah yang menghancurkan ketakutan di dalam hatiku.
Jalan yang aneh, tiap aku bersama mereka, hanya berdiri di samping mereka, apalagi sambil bercengkerama bersama mereka... membuat semuanya terasa indah... jasad yang seharian beraktifitas tak terasa lelah...
jalan yang menyemaikan tanaman harapan tumbuh di hatiku... melelehkan kengkuhan dan menggantikan dengan keberanian..
Ya ALLAH, jadikan aku tidak mengeluh dan menangis ketika jalan menujuMu adalah jalan yang menanjak, panas matahari menerpa dan kala ujian datang...
Jadikan bunga HARAPAN itu terus mekar...

Senin, 27 April 2009

JALAN

Seperti apa yang baru saja aku lewati... mungkin seperti itulah jalan kehidupan. Ceritanya begini, baru saja aku jalan dari mipa ke belakang kampus, seperti biasa...melewati trotoar yang mungkin jaraknya 250an meter melewati trotoar yang panjang. Mungkin besok ya kalo trotoarnya dah di kasih atap, kayaknya enak... keburu lulus..amiin.
Tapi bukan itu yang kupikirkan . Yang kupikirkan adalah bagaimana aku bisa sampai ke tujuanku, ke gerbang belakang UNS yang sudah terlihat di depan mata. Tentunya jika aku terus berjalan ke arah sana aku akan sampai di gerbang itu. Hanya saja apa yang kukerjakan sembari aku jalan??? Terus-terusan melihat mobil dan motor melaju cepat mendahuluiku, mencapai gerbang itu dengan cepat, terbersit angan 'andai akua naik motor... tentunya lebih cepat sampai' dan aku terpacu untuk mempercepat langkah. Mataku hanya fokus ke arah gerbang itu dan nafasku terengah, lelahpun mulai terasa... dan agak pusing. DAN setelah sampai gerbang tenagaku habis, untuk aktifitas selanjutnya jadi agak terhambat. Itu biasanya...
Kali ini berbeda, kali ini di jalan tepatnya diperempatan utara mipa aku bertemu saudariku. Kita saling bersalaman , tegur sapa dan kemudian kami berpisah. Aku lanjutkan perjalananku ke gerbang belakang. Letak pintu gerbang tetap disana dan aku melihatnya dengan jelas. Sesekali kusempatkan ku perhatikan mobil dan motor yang melaju meninggalkanku. Mataku melihat ke sekeliling, hari ini langit cerah tidak terlalu panas, tumben, biasanya solo puanas. Mungkin nanti siang. Tapi kalau Allah dah berkehendak, apa sich yang sulit... Rumput rumput segar, araucaria yang berdiri tegak berjajar di taman tengah jalan, indah. Mengungkapkan bahwa Allah masih mengijinkan fotosintesis berjalan dalam sel-sel makhluk itu. tak terasa aku sudah berada hampir di depan Nurul huda Tercinta. Para Pekerja Peradaban sedang bekerja keras menegakkan bangunan impian para ADK UNS. Semoga barokah, InsyaAllah. Tapi, yang kadang membuat kami anak biologi tidak sepakat yaitu penebangan hutan NH... yang dulu sejuk rimbun sekarang tinggal beberapa pohon. Mudah mudahan kelak kalau Nurul huda Impian sudah berdiri tegak, akan lebih sejuk... Di sisi utara, bukit depan NH sedang dikeruk, mungkin untuk membuat rata pondasi. Hmm... alhamdulillah tak terasa capek, aku telah berad di gerbang belakng UNS. Koq cepet ya... beda dengan biasanya...
Hal "plus" yang kudapatkan dari perjalananku tadi...anatara lain...
NIKMATI PROSES
LIHATLAH orang lain yang sukses dan lanjutkan perjalanan perjuanganmu
Jangan terburu-buru
Jangan suka makan makanan instan! tidak baik bagi kesehatan jasad, ruh dan fikri.
BERSYUKURLAH !
HADAPI HARI-HAri dengan Senyuman dan keikhlasan, biar tetep semangat.

TERSENYUMLAH dan BERSYUKURLAH

"... Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS. Ar Ra'du:11)

Tak ada alasan untuk tidak bergerak dan Tak ada alasan untuk sombong!!!

"Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
(QS. Al 'Alaq:5)

Tak ada alasan untuk berkata "Aku tidak bisa" cz Allah yang akan mengajari kita...